Persaudaraan / silaturahmi / ukhuwah itu insyaallah dapat memperpanjang
umur juga memperluas rejeki. Terutama saudara yang satu rahim, maupun saudara yang lainnya, maupun saudara muslim, kerena sejatinya kita semua saudara, Meskipun ada
yang berkata ngapain cari sadara toh kalo nga punya uang mereka akan menjauh, carilah uang yang banyak
niscaya orang banyak yang ngaku saudara, ada betulnya juga tapi tidak begitu juga
kita tetap harus berbuat baik sesama manusia meskipun kadang banyak juga yang
membenci untuk orang yang membenci kita abaikan saja..., kita berniat baik saja
memperbanyak saudara.., hal ini karena telah melaksanakan perintah-Nya, yakni menghubungkan
silaturahmi. Bagi mereka yang bertakwa Allah
akan memberikan kemudahan dalam setiap urusannya. Lalu bagaimana mereka yang
ngak mau dijalin ? bukannya mereka tidak mau dijalin mungkin mereka pemalu,,
atau pendiam,,atau ada sebab lainnya,, ya tugas kita doakan saja semoga mereka
mendapatkan hidayah dan pertolongan dari gusti Allah,,,.
Di bawah ini cara menjalin / menjaga persaudaraan :
1. Tidak
menyebutkan ‘aib saudaranya, baik ketika ia hadir di hadapannya maupun ketika
tidak ada.2. Tidak mencampuri urusan pribadinya.
3. Menjaga rahasianya.
4. Menjauhi prasangka buruk terhadap saudaranya.
5. Menjauhi
perdebatan dengan saudaranya.
6. Mengucapkan
kalimat-kalimat yang baik kepada saudaranya.
7. Memaafkan atas
kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh saudaranya.
8. Merasa gembira
dengan kenikmatan yang Allah Subhanallahu wa Ta’ala berikan kepada saudaranya.
9. Saling membantu
dengan saudaranya dalam perkara-perkara kebaikan
10. Bermusyawarah
dan bersikap lemah lembut terhadap saudaranya.
11. saling
mengingatkan dalam kebaikkan.
Memberikan Bantuan
kepada saudara,,ataupun memberikan Solusi,,, seperti yang kita telah ketahui bahwa dalam hukum timbal
balik,, jika kita memberi maka kita akan menerima,,.
----------------------------------
Ada juga tahap
merajut ukhuwah islamiah agar kekal di dunia sampai akhirat, sebagai berikut:
Pertama, Liyata’aarafu
untuk saling mengenal antar satu sama lain. Tugas dan kewajiban individu sebagai manusia makhluk sosial adalah untuk saling mengenal. Tidak dipungkiri juga bahwa perkenalan adalah awal mula proses sosialisasi terjadi, karena mengenal antar sesama manusia mulai dari nama, alamat/domisili, aktivitas dsb. adalah bekal utama untuk melanjutkan proses ukhuwah atau persaudaraan.
untuk saling mengenal antar satu sama lain. Tugas dan kewajiban individu sebagai manusia makhluk sosial adalah untuk saling mengenal. Tidak dipungkiri juga bahwa perkenalan adalah awal mula proses sosialisasi terjadi, karena mengenal antar sesama manusia mulai dari nama, alamat/domisili, aktivitas dsb. adalah bekal utama untuk melanjutkan proses ukhuwah atau persaudaraan.
Kedua, Al-Tafaahum
saling mengerti. Dianjurkan pada fase kedua ini agar saling memahami keadaan baik situasi maupun kondisi, karena pada tahap ini kita bisa memposisikan sebagai pendamping kala seseorang sedang dalam kondisi bahagia yaitu dengan cara ikut merayakannya, tasyakuran, dan hal-hal yg bisa dirasakan bersama atau ketika dalam kondisi bersedih, maka tugas seorang sahabat yaitu menjadi pelipur lara atau penghibur suasana duka. Kata Nabi, Abu Hurairah RA meriwayatkan, Nabi SAW bersabda, “Perbuatan paling baik ialah engkau memasukkan kebahagiaan kepada saudara yang mukmin dan muslim, atau engkau membayar utangnya, atau memberinya roti.” (Hadis Hasan).
saling mengerti. Dianjurkan pada fase kedua ini agar saling memahami keadaan baik situasi maupun kondisi, karena pada tahap ini kita bisa memposisikan sebagai pendamping kala seseorang sedang dalam kondisi bahagia yaitu dengan cara ikut merayakannya, tasyakuran, dan hal-hal yg bisa dirasakan bersama atau ketika dalam kondisi bersedih, maka tugas seorang sahabat yaitu menjadi pelipur lara atau penghibur suasana duka. Kata Nabi, Abu Hurairah RA meriwayatkan, Nabi SAW bersabda, “Perbuatan paling baik ialah engkau memasukkan kebahagiaan kepada saudara yang mukmin dan muslim, atau engkau membayar utangnya, atau memberinya roti.” (Hadis Hasan).
Ketiga, al-Takaaluf
saling membebani. Fase ini menjadi ujian bagi seorang sahabat takala melihat kondisi sahabatnya yang sedang terpuruk atau tertimpa musibah, apakah kita hanya sebatas menenangkannya tanpa memberikan solusi atau sebaliknya. Sudah sewajarnya jika sesama teman saling merepotkan, Seperti, jika dia terlilit hutang dengan rentenir, bank, atau membutuhkan biaya pengobatan rumah sakit. Lalu, mampukah kita berkorban lebih dari sekedar perhatian semata, yaitu dengan cara membantu membayar hutangnya atau meringankan biaya pengobatannya. Tahapan inilah loyalitas dan solidaritas ukhuwah/persahabatan diuji.
saling membebani. Fase ini menjadi ujian bagi seorang sahabat takala melihat kondisi sahabatnya yang sedang terpuruk atau tertimpa musibah, apakah kita hanya sebatas menenangkannya tanpa memberikan solusi atau sebaliknya. Sudah sewajarnya jika sesama teman saling merepotkan, Seperti, jika dia terlilit hutang dengan rentenir, bank, atau membutuhkan biaya pengobatan rumah sakit. Lalu, mampukah kita berkorban lebih dari sekedar perhatian semata, yaitu dengan cara membantu membayar hutangnya atau meringankan biaya pengobatannya. Tahapan inilah loyalitas dan solidaritas ukhuwah/persahabatan diuji.
Keempat,
Saling mendoakan adalah proses pamungkas setelah semua proses saling mengenal, dilanjutkan dengan saling memahami dan saling membebani dijalankan. Apalah arti dari tahapan-tahapan sebelumnya jika sebuah persahabatan yang telah dipupuk erat secara lahiriyah namun tidak ada ikatan kuat secara bathiniyah yaitu salng mendoakan. Berdasarkan sabda Nabi yang berbunyi
Saling mendoakan adalah proses pamungkas setelah semua proses saling mengenal, dilanjutkan dengan saling memahami dan saling membebani dijalankan. Apalah arti dari tahapan-tahapan sebelumnya jika sebuah persahabatan yang telah dipupuk erat secara lahiriyah namun tidak ada ikatan kuat secara bathiniyah yaitu salng mendoakan. Berdasarkan sabda Nabi yang berbunyi
عَنْ أَبِيْ الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ
بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا
دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ
بِـمِثْلٍ
Dari Abu
ad-Darda’ ra. bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda, “Do’a
(kebaikan) seorang Muslim bagi saudaranya sesama Muslim di belakangnya tanpa
sepengetahuannya adalah mustajab dikabulkan oleh Allah, di atas kepalanya ada
malaikat yang ditugaskan (dengan perintah Allah untuk urusan ini), setiap kali
dia mendoakan kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat yang ditugaskan itu
berkata: “Amin (Ya Allah, kabulkanlah!) dan kamu juga akan mendapatkan kebaikan
seperti itu”. (HR. Muslim no. 2733).
persaudaraan akan kokoh dan kuat jika keduanya senantiasa
saling mendoakan.
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
#Persaudaraan, #Saudara, #Silaturahim, #menjalinpersaudaraa, #Ukhuwah
