Monday, September 3, 2018

PERSAUDARAAN



Persaudaraan / silaturahmi / ukhuwah itu insyaallah dapat memperpanjang umur juga memperluas rejeki. Terutama saudara yang satu rahim, maupun saudara yang lainnya, maupun saudara muslim, kerena sejatinya kita semua saudara, Meskipun ada yang berkata ngapain cari sadara toh kalo nga punya uang  mereka akan menjauh, carilah uang yang banyak niscaya orang banyak yang ngaku saudara, ada betulnya juga tapi tidak begitu juga kita tetap harus berbuat baik sesama manusia meskipun kadang banyak juga yang membenci untuk orang yang membenci kita abaikan saja..., kita berniat baik saja memperbanyak saudara.., hal ini karena telah melaksanakan perintah-Nya, yakni menghubungkan silaturahmi. Bagi mereka yang bertakwa  Allah akan memberikan kemudahan dalam setiap urusannya. Lalu bagaimana mereka yang ngak mau dijalin ? bukannya mereka tidak mau dijalin mungkin mereka pemalu,, atau pendiam,,atau ada sebab lainnya,, ya tugas kita doakan saja semoga mereka mendapatkan hidayah dan pertolongan dari gusti Allah,,,.
Di bawah ini cara menjalin / menjaga persaudaraan :
1. Tidak menyebutkan ‘aib saudaranya, baik ketika ia hadir di hadapannya maupun ketika tidak ada.
2. Tidak mencampuri urusan pribadinya.
3. Menjaga rahasianya.
4. Menjauhi prasangka buruk terhadap saudaranya.
5. Menjauhi perdebatan dengan saudaranya.
6. Mengucapkan kalimat-kalimat yang baik kepada saudaranya.
7. Memaafkan atas kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh saudaranya.
8. Merasa gembira dengan kenikmatan yang Allah Subhanallahu wa Ta’ala berikan kepada saudaranya.
9. Saling membantu dengan saudaranya dalam perkara-perkara kebaikan
10. Bermusyawarah dan bersikap lemah lembut terhadap saudaranya.
11. saling mengingatkan dalam kebaikkan.
Memberikan Bantuan kepada saudara,,ataupun memberikan Solusi,,, seperti  yang  kita telah ketahui bahwa dalam hukum timbal balik,, jika kita memberi maka kita akan menerima,,.
----------------------------------

Ada juga tahap merajut ukhuwah islamiah agar kekal di dunia sampai akhirat, sebagai berikut:


Pertama, Liyata’aarafu 
 
untuk saling mengenal antar satu sama lain. Tugas dan kewajiban individu sebagai manusia makhluk sosial adalah untuk saling mengenal. Tidak dipungkiri juga bahwa perkenalan adalah awal mula proses sosialisasi terjadi, karena mengenal antar sesama manusia mulai dari nama, alamat/domisili, aktivitas dsb. adalah bekal utama untuk melanjutkan proses ukhuwah atau persaudaraan.

Kedua, Al-Tafaahum 

saling mengerti. Dianjurkan pada fase kedua ini agar saling memahami keadaan baik situasi maupun kondisi, karena pada tahap ini kita bisa memposisikan sebagai pendamping kala seseorang sedang dalam kondisi bahagia yaitu dengan cara ikut merayakannya, tasyakuran, dan hal-hal yg bisa dirasakan bersama atau ketika  dalam kondisi bersedih, maka tugas seorang sahabat yaitu menjadi pelipur lara atau penghibur suasana duka. Kata Nabi, Abu Hurairah RA meriwayatkan, Nabi SAW bersabda, “Perbuatan paling baik ialah engkau memasukkan kebahagiaan kepada saudara yang mukmin dan muslim, atau engkau membayar utangnya, atau memberinya roti.” (Hadis Hasan).

Ketiga, al-Takaaluf 

saling membebani. Fase ini menjadi ujian bagi seorang sahabat takala melihat kondisi sahabatnya yang sedang terpuruk atau tertimpa musibah, apakah kita hanya sebatas menenangkannya tanpa memberikan solusi atau sebaliknya. Sudah sewajarnya jika sesama teman saling merepotkan,  Seperti, jika dia terlilit hutang dengan rentenir, bank, atau membutuhkan biaya pengobatan rumah sakit. Lalu, mampukah kita berkorban lebih dari sekedar perhatian semata, yaitu dengan cara membantu  membayar hutangnya atau meringankan biaya pengobatannya. Tahapan inilah loyalitas dan solidaritas ukhuwah/persahabatan diuji.

Keempat,

Saling mendoakan adalah proses pamungkas setelah semua proses saling mengenal, dilanjutkan dengan saling memahami dan saling membebani dijalankan.   Apalah arti dari tahapan-tahapan sebelumnya jika sebuah persahabatan  yang telah dipupuk erat secara lahiriyah namun tidak ada ikatan kuat secara bathiniyah yaitu salng mendoakan. Berdasarkan sabda Nabi yang berbunyi
عَنْ أَبِيْ الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِـمِثْلٍ
Dari Abu ad-Darda’ ra. bahwa sesungguhnya  Rasulullah Saw. bersabda, “Do’a (kebaikan) seorang Muslim bagi saudaranya sesama Muslim di belakangnya tanpa sepengetahuannya adalah mustajab dikabulkan oleh Allah, di atas kepalanya ada malaikat yang ditugaskan (dengan perintah Allah untuk urusan ini), setiap kali dia mendoakan kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat yang ditugaskan itu berkata: “Amin (Ya Allah, kabulkanlah!) dan kamu juga akan mendapatkan kebaikan seperti itu”. (HR. Muslim no. 2733).
persaudaraan akan kokoh dan kuat jika keduanya senantiasa saling mendoakan.

___________________________________________________________________


#Persaudaraan, #Saudara, #Silaturahim, #menjalinpersaudaraa, #Ukhuwah